Memberi, Sebuah Kekuatan yang Tak Terkira

Cuma sambilan minum…bukankah hidup itu kayak mampir minum? ;)


1 Comment

Awesmall

…Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. 2:249)

Apa yang anda pikirkan mengenai kata2 berikut ini : kecil, mungil, minor, mikro, mini, sedikit, atom,  cilik? Ya,mungkin sebagian (besar?) dari anda akan menghubungkannya dengan kata-kata yang bersifat negatif seperti lemah dan meremehkannya.

Namun taukah anda? Bahwa sesuatu yang kecil itu memiliki berbagai kelebihan, seperti lincah, praktis, bahkan kuat? Coba anda bayangkan kalau anda naik motor dalam kecepatan tinggi, tiba-tiba anda melindas batu yang kecil saja. Continue reading

Advertisements


8 Comments

Ranah Warna-Warni, Cerita Perjuangan Masa Lalu

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Mumpung liburan koas, pengen sharing-sharing cerita ke teman-teman di dunia maya. Kali ini saya menulis karena terinspirasi dari buku Ranah 3 Warna, di halaman awal tiba-tiba jadi teringat kembali kenangan 5 tahun lalu. Cerita Alif (tokoh utama di buku itu), seorang siswa yang berada dalam masa peralihan menjadi mahasiswa. Di buku itu bercerita tentang Alif yang ingin lolos UMPTN. Keadaannya sama, karena pada waktu 5 tahun lalu itu saya ingin lolos di UM UGM 2006.

Ternyata banyak hikmah yang bisa didapat selama 5 tahun terakhir ini. Saya teringat 5 tahun lalu, masa-masa ababil (sebenernya sekarang juga masih :P), masa-masa dimana masa depan masih gak jelas, terutama masih mempertanyakan “mau jadi apa?”, “kuliah dimana”. Ya, itulah masa-masa kelas 3 SMA, menuju peralihan jenjang dari SMA ke perguruan tinggi. Saya ingat waktu itu benar-benar nggak ada keyakinan bisa masuk perguruan tinggi, apalagi fakultas favorit. Ah, tapi itu 5 tahun lalu yang berlalu begitu cepatnya. Sepertinya baru kemarin bermimpi bisa masuk fakultas kedokteran, sekarang udah setengah jalan jadi koas (program profesi dokter). Nggak ada yang menyangka saya bisa berada dalam keadaan ini sekarang.

Flashback 5 tahun lalu, Januari 2006. UM tinggal 2 bulan lagi, dan saya masih bingung memilih fakultas mana. Continue reading


4 Comments

Voluncheers vs Voluntears, Suka-Duka Relawan – Part 2

Nggak kerasa, ternyata Part 1 dari tulisan ini saya tulis 1 bulan lalu, tanggal 10 November 2010. Yak,kini saatnya melanjutkan part 2. Okeh, terakhir kemaren sampe mana,ya? Hmm..

Oiya, saya baru ingat kalo kemaren sudah sampai saat-saat menjelang ujian saya. Ujian dengan dosen penguji yang katanya jackpot. Seorang profesor mata yang sudah punya pengalaman bertahun-tahun

. Belakangan saya tahu kalau yang membikin beliau sebagai dosen jackpot adalah susahnya beliau untuk ditemui. Teman saya yang sebelumnya diuji beliau pernah ujian di lapangan tenis,saat beliau main tenis. Teman lainnya yang dibimbing beliau melakukan bimbingan pada waktu malam hari, setelah seringkali menunggu tanpa adanya kepastian waktu.

Continue reading


1 Comment

Kepompong Ukhuwah

Persahabatan, bagai kepompong

Mengubah ulat menjadi kupu-kupu

Persahabatan, bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah

(Sindentosca – Kepompong)

Lagu ini muncul pada masa-masa pertengahan kuliah saya dulu,tahun 2008. Selain karena liriknya yang simpel dan suaranya yang khas, kemiripan tampang si vokalis dengan teman saya membuat lagu ini nempel di pikiran saya (Nggak penting? Oke, kita kembali ke topik saja). Melihat potongan lagu ini, saya jadi berpikiran bahwa teman yang baik akan membantu kita untuk menjadi lebih baik juga. Kepompong melambangkan proses perubahan dari keburukan (ulat) menjadi kebaikan (kupu-kupu). Benarkah itu?

Image

image source

Orangtua kita (mungkin tidak semua, tapi kebanyakan dari mereka, termasuk orangtua saya) pasti pernah menasehati kita untuk memilih-milih teman. Sekilas,nasehat itu bisa kita jawa dengan “ya iyalah”. Tapi tahukah kalian, ternyata nasehat itu tidak bisa begitu saja kita remehkan.

Coba kalian bayangkan, gimana pendapat orang-orang di sekeliling kalian kalau kalian berteman dengan orang yang kerjaannya bolos, nakal sama temen lain,dan ngerokok? Mereka akan mengira kamu adalah bagian dari mereka, dengan kebiasaan yang nggak jauh beda. Bahkan disaat kita sedang dalam kondisi labil, bisa saja kita benar-benar terjerumus kepada hal-hal yang buruk itu.

Lain halnya kalau kita berteman dengan orang yang baik. Sebagaimana keburukan, kebaikan itu juga bisa menular. Berteman dengan orang yang rajin belajar, berprestasi, perilakunya baik, ibadahnya kenceng selain membuat kita dianggap baik oleh orang-orang di sekitar kita, pengaruh positif juga akan hinggap pada diri kita. Dapet ilmu tambahan, dapet nasehat baik, dan tentunya disayang oleh Alloh SWT. Bahkan jika kita benar-benar meniatkan berteman atas nama-Nya,surga sudah menanti kita di akhirat kelak! Subhanallah!

Tetiba saya teringat nasehat idola saya,Rasulullah SAW yang mengumpamakan teman yang jelek ibarat pandai besi, teman baik sebagai penjual minyak wangi. Kata beliau, jangan dekat-dekat dengan pandai besi, biar nggak kena bau gosongnya. Mending baunya,nah kalo kena percikan apinya? Udah panas, gosong pula. Nah lo..jadi,kalau mau dekat-dekat, pilihlah penjual minyak wangi/parfum, karena kita akan ketularan bau wanginya.

Oke,berarti masalah sudah beres. Saya sudah memilih teman-teman yang dikenal rajin belajar dan ibadah, juga bertingkahlaku baik dengan orang-orang di sekitar mereka. Lalu,dengan memilih teman-teman yang baik, selesaikah tugas kita? Eits, jangan salah. Alloh SWT masih menyuruh kita untuk sabar saat berada di dalam kumpulan teman-teman yang baik. Karena namanya manusia pasti ada kelemahan, walaupun orang itu orang baik. Mungkin karena saking baiknya itu mereka nggak bisa diajak main, jalan-jalan, nonton, dll. Kalau kita nggak ngerti masalah ini, rasa KECEWA-lah yang bakal muncul. Nah,untuk menanggulangi hal itu, kuncinya ada di prasangka baik (khusnudzon),Sob!

Baiklah, sekarang saatnya kita berkelana di dunia luar, mencari teman-teman baik dan menjadikan jalinan persahabatan ini menjadi sebuah kepompong. Sembari berharap diri yang masih layaknya ulat yang menyimpan banyak keburukan ini bisa bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah.


Bagaimana Cara Menambahkan Tombol “Follow Twitter” pada Blog Anda

Anda  pengguna blog wordpress dan bingung untuk menambahkan tombol seperti ini di blog?

Kalau iya, coba saya bantu. Sebenarnya cara ini bisa  dilihat disini . Tapi kalau belum paham, saya coba menjelaskan.

1. Tentu, pertama anda harus login ke akun wordpress anda. Kalau step ini gagal,jangan lanjut ke step kedua. hehe

2. Masuk ke dashboard, lalu klik appearance-widget. Kalau anda belum mengaktifkan widget,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

lalu tambahkan (Add) widget jenis “Text” ke sidebar.

 

 

3. Kalau sudah ditambahkan, klik edit pada bagian widget Text

 

 

 

4. Lalu akan muncul tampilan berikut.

 

 

 

 

 

 

Lho,kok kosong? Trus diapain? Tenang,jangan panik. Kita lanjut ke step selanjutnya.

5. Nah, kolom yang kosong itu, untuk bagian Tittle-nya boleh diisi bebas. Yang standar sih “follow twitter saya” atau “berteman di twitter”. Nah,kotak di bawah tittle itu diisi seperti ini (hilangkan spasi-nya):

[ twitter-follow screen_name=’wordpressdotcom’ ] nanti hasilnya akan seperti ini seperti ini  (Cuma tulisan “Follow @wordpressdotcom)

Kemudian ganti tulisan wordpressdotcom pada kode di atas dengan ID twitter anda (misalnya untuk saya,kata wordpressdotcom diganti dengan bongkymd) . Ini berlaku untuk step-step berikutnya mengenai pengisian kode.

Kode ini [ twitter-follow screen_name=’wordpressdotcom’ show_screen_name=’no’ ] untuk menampilkan tombol “follow” saja :

Kalau anda mau pamer follower (penting banget! Catet!) pakailah kode ini : [ twitter-follow screen_name=’wordpressdotcom’ show_count=’yes’ text_color=’00ccff’ ] nanti akan tampak tampilan seperti ini

Untuk mengganti warna, pakai kode ini [ twitter-follow screen_name=’wordpressdotcom’ link_color=’00ccff’ ] lalu setelah tanda sama dengan (=) bisa diganti dengan kode warna yang anda inginkan. Kode-kode warna ini bisa dilihat disini 

 

6. Dan,setelah semua langkah sudah dilewati, jangan lupa klik tombol “Save Widget”, lalu buka halaman blog anda. Selamat mencoba 😀

 


Leave a comment

Voluncheers vs Voluntears, Suka-Duka Relawan – Part 1

Kalau dihitung-hitung, sudah 2 minggu bencana ini terjadi. Ya, letusan merapi yang menyebabkan banyak korban diungsikan, terluka, bahkan meninggal dunia. PEmberitaan mulai menghiasi televisi, dari yang normal hingga berlebihan. Bantuan mulai dikumpulkan dan didistribusikan. Entah benar atau tidak,tapi saya berharap tidak ada yang menyelewengkan bantuan-bantuan itu. Jijik rasanya kalau ada orang seperti itu. Menari-nari di atas penderitaan orang lain. Harapan saya bertambah satu. Semoga tidak ada “Robin Hood” dalam bencana ini. MEngambil harta dari entah sumber apa, mungkin halal, namun pasti haram dan memberikan bantuan pada yang membutuhkan, hanya untuk sebuah pencitraan.

Seperti halnya bantuan, banyak orang berdatangan ke TKP bencana. Ada yang sebagai relawan, rohaniawan, purnawirawan, cendekiawan, bahkan wisatawan. Saya berharap anda tidak menjadi kategori yang terakhir. Orang yang hanya datang, melihat, berjalan-jalan,dan berfoto-foto ria, bernarsis ria di hadapan penderitaan para pengungsi. Maaf kalau anda tersinggung. Ini kenyataan. Bukan berarti saya sok suci. Saya pun pernah melakukannya 4 tahun lalu, saat gempa melanda Yogyakarta. Ternyata tidak enak rasanya. Mengabadikan dan memperhatikan penderitaan saudara-saudara kami yang sedang kesusahan.

Continue reading